Rabu, 12 Oktober 2011

Resume : Kelompok 1 soft skill

Arti Penting Organisasi Dalam Masyarakat.

Organisasi adalah suatu wadah bagi banyak atau segelintir orang yang memiliki tujuan, niatan, atau bahkan hobi yang sama dll. fungsi dari Organisasi pun cukup penting yakni menjadikan dan mengajak masyarakat menjadi aktif tidak pasif terhadap lingkungan dan sesamanya dll.

Seperti yang kelompok 1 bahas yaitu organisasi bismania yang memiliki hobi, tujuan dan visi misi yang sama yaitu para penyuka transportasi masal yaitu bis, organisasi kini bermacam macam adanya, ikut dalam berorganisasi pun itu terserah anda mau atau tidak nya bergabung.

Dan dalam berorganisasi pun tidak lah selalu berjalan mulus/sesuai dengan apa yang di pikirkan karna anda pun harus sadar dalam berorganisasi karena di dalamnya terdapat banyak orang berbeda sifat/karakter, bahasa dll yang mungkin juga memunculkan ide ide baru, tujuan baru, yang mungkin saja kadang tidak sesuai dengan visi misi awal dalam organisasi tersebut sehingga menimbulkan konflik tapi dari situ kita pun dapat mengambil sisi baiknya yaitu kita dapat melatih kedewasaan kita, ego kita, sifat kita dan membangun kepribadian kita dalam menangani masalah tersebut.

Nama : Angga Dwi Abdurrahman
Kelas : 2KA20
NPM : 10110791

Senin, 03 Oktober 2011

Perbaikan

Maaf buat pembuka blog saya, blog ini sedang dalam masa perbaikan dalam waktu yang tidak bisa di tentukan, terima kasih :)

Kamis, 29 September 2011

proses yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi

Proses yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Kelompok 3

Kelas 2KA20


1. Agus Triono
2.Angga Dwi Abdurrahman
3.Bismo Nugroho Aji
4.Ery Nur Ekhwanto
5.Kemas Aulya Rachman
6.Muhammad Iqbal Akbar
7.Regi Dwi Anugrah
8.Sari Anggilia Pratiwi

Pengambilan keputusan artinya menentukan suatu jalan keluar dari suatu permasalahan dengan kata lain menentukan alternatif terbaik dari beberapa alternatif yang mungkin dilakukan untuk memecahkan masalah yang sedang dihapadi oleh organisasi itu. Terdapat beberapa jenis keputusan dalam proses pengambilan keputusan. Berdasarkan keputusan yang harus diambil oleh level manajemen di suatu organisasi, keputusannya terdiri dari :
  1. Keputusan strategis, yaitu keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dari suatu organisasi;
  2. Keputusan taktis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen menengah;
  3. Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen bawah.

Proses pengambilan keputusan dalam berorganisasi dibagi menjadi 4 metode yaitu 1.) authority rule without discussion(kewenangan tanpa diskusi), dimana metode ini seringkali digunakan oleh para pemimpin dan memiliki keuntungan yang cepat dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan keputusan. 2.)Expert Opinion(pendapat ahli),metode ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota yang dianggap ahli memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota organisasi itu. 3.) Authority Rule After Discussion(Kewenangan setelah diskusi) ,metode ini akan meningkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya,maksudnya pendapat dari anggota sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku pemimpin dan kelompok masih berpengaruh. 4.) Consensus(Kesepekatan), metode yang terakhir ini memiliki keuntungan yaitu partisipasi penuh dari seluruh anggota akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut.
Setelah mengetahui proses dan metode pengambilan keputusan, berikut adalah proses yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Elemen-elemen yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan adalah orang yang berperan penting dalam sebuah organisasi ini sesuai dengan metode Authority Rule Without discussion dengan Expert Opinion, dimana orang yang dimaksud ini adalah pemimpin dari suatu organisasi atau orang yang memiliki wewenang dalam organisasi tersebut.  Lalu ada metode yang saling berkaitan, maksudnya adalah, metode pengambilan keputusan seperti Consensus dengan metode lainnya. Dan yang terakhir adalah  orang yang mengikuti di dalamnya , yang dimaksud bukan hanya anggota organisasi itu, bisa juga orang-orang yang berada di sekitar organisasi itu atau masyarakat sekitar yang pada saat itu hadir saat pengambilan keputusan.
Menurut kami, proses pengembilan keputusan sangat berpengaruh  besar dari orang-orang yang ikut serta di dalamnya. Seperti saat ini, DPR ingin menaikkan tarif listrik sebesar 10%  tetapi ragu karena, keputusan untuk menaikkan tarif tersebut dibantah dari petinggi DPR dati fraksi suatu partai. Dan bantahan itu ternyata membuat pemerintah ragu akan menaikkan tarif listrik tersebut. Dengan demikian, proses pengambilan keputusan ini dipengaruhi oleh orang yang mengikuti rapat pengambilan keputusan tersebut, dalam artian orang ini adalah anggota dari organisasi bukan masyarakat yang berada di sekitar organisasi tersebut.

Referensi : 
http://hutantropis.com/metode-pengambilan-keputusan-dalam-organisasi

Rabu, 21 September 2011

2KA20

Isi blog gua kali ini adalah tentang kelas 2KA20

2KA20 kelas yang baru karna kelas yang sebelumnya gua tempatin 1KA18 di pisah" anak" nya dan apes nya gua di 2KA20 sendirian gak ada temen" yg sekelas dari 1KA18 -___-, gatau sial apa apes ini gua sebenernya padahal kalo dari kelakuan mah gua sedeng" aja nilai juga lumayan lah hehehe tapi kenapa gua sendirian udah gitu kelas paling terakhir, tanggal 21-9-2011 adalah awal gua masuk ke ini kelas dan di ruangan G149, kaya biasa lah masuk kelas baru suasana baru mesti adaptasi dulu biarpun sebelumnya ini kalo di liat di group Facebook 2KA20 ini rame tapi pas udah masuk mah ya pada kalem biasa demam kelas :p, gua yang biasanya kalo udah kenal tuh agak"rusuh brisik juga masuk kelas gitu kicep kaya kutu buku dieeeem aja maenin hape padahal cuma di liat"doang kaga di apa"in :p.

nah awal nya si ai sama rizka nih temen pertama gua yg kenalan langsung di kelas terus lanjut gua kenalan sama si aldie sama regi apa rezi gitu agak lupa maklum hehehe si ai sama rizka ini dia dari kelas yg sama makanya nempel mulu b2 kaya perangko tapi gokil baru masuk udah bisa ngetawa"in kelakuannya si edo ( maaf do :) ) ini anak minus dah baru masuk biasanya mah nyari kenalan biar enak lah ini malah tidur, mainin hape yg hapenya ini nempeeeeel mulu sama tangan susah bgt lepasnya :D, seharian ini gua jalan barengan sama ai, rizka, sama aldie aja karna ini doang yg baru kenal ya biarpun rada"bingung juga mao ngobrol apaan yg penting hepi, thanks for today cuy :)

sekian dulu ah gua nulisnya cape juga malem gini baru pulang dari sepedahan hehe :) makasih buat yg udah mao baca tulisan gua yg gak penting ini semoga terhibur tapi kalo enggak juga gapapa :)

Rabu, 25 Mei 2011

Wanita Perokok

Wanita Perokok

Riset terbaru mengungkapkan 88,78% dari 3.040 pelajar SMP putri hingga mahasiswi (13-25 tahun) Indonesia merokok. Mereka mengonsumsi 1-10 batang dalam hidup mereka.
Bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang bertema Tobacco Free Youth tahun ini, Koalisi untuk Indonesia Sehat (KuIS) memublikasikan data terbaru riset perilaku remaja dan wanita di Jakarta dan Sumatra Barat (Sumbar).Sebanyak 50% responden tinggal di Jakarta dan sisanya tinggal di Kabupaten Pariaman dan Bukittinggi, Sumbar. Pengumpulan data dilakukan dari Oktober sampai Desember 2007.
Riset KuIS yang baru mencakup sebagian kecil wilayah Indonesia itu melaporkan sebanyak 7,18% dari remaja dan perempuan muda pernah merokok 11-100 batang. Bahkan 4,06% dari 3.040 remaja dan perempuan telah mengisap rokok lebih dari 100 batang.Kenapa mereka merokok? Riset mengungkapkan sebanyak 54,59% remaja dan perempuan merokok dengan tujuan mengurangi ketegangan dan stres. Lainnya beralasan untuk bersantai 29,36%, merokok sebagaimana dilakukan pria 12,84%, pertemanan 2,29%, dan agar diterima dalam kelompok 0,92%.
Sebagian besar remaja putri melihat iklan rokok di televisi 92,86% dan poster 70,63%. Sebanyak 70% remaja dan perempuan juga mengaku melihat promosi rokok pada acara pentas musik, olahraga, dan kegiatan sosial. Sebanyak 10,22% wanita berusia 13-15 tahun dan 14,53% wanita berusia 16-15 tahun pernah ditawari sampel rokok gratis.Perlu diketahui bahwa pengaruh rokok terhadap sistem reproduksi wanita bukan tidak ada. Wanita perokok memiliki risiko menjadi infertil (mandul) dan kemungkinan menopause lebih awal, bahkan sering terjadi akibat merokok wanita hamil di luar kandungan.
Wanita perokok juga sangat dimungkinkan terserang kanker mulut rahim, pendarahan tekanan darah tinggi, dan berisiko mendapatkan bayi lahir cacat. Risiko penyakit jantung pada wanita perokok lebih tinggi, terutama pada mereka yang menggunakan kontrasepsi oral.
Para orang tua sebenarnya turut memberikan andil dalam persoalan rokok ini. Hasil Susenas 2001 menyebutkan, minimal satu orang dalam setiap keluarga Indonesia merokok. Jika dipersentasekan, 57% penduduk Indonesia merokok.Parahnya lagi, hampir seluruh perokok atau 91,8%, mereka juga merokok di rumah ketika seluruh anggota keluarganya berada di rumah. Jadi, diperkirakan 97 juta orang penduduk negeri ini secara rutin terpapar asap tembakau di rumah mereka, sebanyak 43 juta di antaranya adalah anak-anak. Survei yang dilakukan Universitas Padjadjaran (1978) melaporkan usia pertama kali merokok pada anak kala itu adalah 12 tahun.
Sebelas tahun kemudian, penelitian Universitas Airlangga (1989) melaporkan fakta baru bahwa angka 12 itu telah bergerak ke angka delapan tahun. Terbaru, penelitian yang dilakukan bersama antara Universitas Andalas, UGM, dan Universitas Padjajaran, usia anak pertama kali merokok telah menyentuh angka tujuh tahun.Sebuah survei yang digelar tahun lalu menyebutkan 37,3% pelajar dilaporkan biasa merokok. Tiga dari sepuluh pelajar menyatakan pertama kali merokok pada umur di bawah 10 tahun.
Secara umum konsumsi rokok di Indonesia dalam 30 tahun terakhir meningkat tajam, yaitu dari 33 miliar batang per tahun pada 1970 menjadi 230 miliar batang pada 2006. Prevalensi merokok di kalangan orang dewasa meningkat 26,9% pada 1995, menjadi 35% pada 2004.Berdasarkan hasil survei BPS, jumlah perokok pemula (5-9 tahun) meningkat 400% yakni dari 0,8% (2001) menjadi 1,8% (2004) dari keseluruhan anak usia 5-9 tahun. Dalam periode yang sama, terjadi pula peningkatan jumlah perokok usia 10-14 tahun sebesar 21%, yakni dari 9,5% menjadi 11,5% dari jumlah anak dalam rentang usia tersebut. Peningkatan jumlah perokok juga terjadi pada kelompok usia 15-19 tahun, yakni dari 58,9% menjadi 63,9% dari jumlah anak dalam rentang usia itu.
Tingkat konsumsi rokok di Indonesia menempati urutan tertinggi kelima atau termasuk lima besar dunia. Propaganda dan iklan rokok dikemas sedemikian menarik.
Secara global, industri tembakau seluruh dunia mengeluarkan lebih dari US$ 8 miliar setiap tahun untuk iklan dan pemberian sponsor sebagai ajang utama promosi.Masalah rokok yang terkait dengan kesehatan di Indonesia memang sulit ditangani. Salah satu penyebabnya karena hingga kini Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang belum meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).
Selain itu, Indonesia belum memiliki peraturan perundang-undangan yang secara tegas mengatur upaya perlindungan anak di bawah 18 tahun dari bahaya rokok. Bahkan dalam PP No. 23/2002 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan, tidak ada satu pun pasal yang melarang penjualan rokok kepada anak di bawah usia.Meskipun pemerintah telah mengesahkan UU Perlindungan Anak No. 23/2002, sampai saat ini Indonesia belum mempunyai peraturan yang melarang anak-anak merokok. Pasal 59 UU Perlindungan Anak memang menegaskan kewajiban negara untuk melindungi anak-anak dari zat adiktif. Namun, dalam UU itu tidak ada peraturan rinci yang mengatur langkah-langkah perlindungan.
Tak hanya itu, RUU tentang Pengendalian Masalah Tembakau yang ditujukan untuk memberi perlindungan kepada kelompok rentan terutama generasi muda dari bahaya rokok pun hingga kini belum berhasil diundangkan, dengan gagalnya RUU tersebut masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2006 maupun 2007. Karena itu, perlu ada desakan kepada pemerintah dan parlemen untuk segera memproses RUU tersebut agar ada perlindungan kepada kelompok rentan dari jeratan adiksi nikotin, yang pada gilirannya akan menyelamatkan masa depan anak-anak kita yang merupakan generasi penerus bangsa ini.

Kamis, 12 Mei 2011

Contoh Program Sederhana Turbo Pascal

program biodata;
uses crt;
var
nama, alamat : string;
umur : integer;
begin
clrscr;
writeln('===========================================');
writeln(' Biodata');
writeln('===========================================');
write('Nama : '); readln(nama);
write('Umur : '); readln(umur);
write('Alamat : '); readln(alamat);
writeln('-------------------------------------------');
writeln('Jadi data Anda : ');
writeln('Anda bernama ',nama,'. Umur Anda ',umur,' tahun. Anda tinggal di ',alamat,'.');
writeln;
readkey;
end.

Rabu, 09 Maret 2011

GLOBALISASI

GLOBALISASI

     Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu dan dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Globalisasi mengandung suatu pengertian dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalm perdagangan.Globalisaasi juga diartikan sebagai pengcilan dunia  sehingga ada anggapan sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya juga mengatakan globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup,orientasi, dan budaya.

GLOBALISASI AND CULTURE

Masalah dari globalisasi itu sendiri adalah adanya perkembangan ilmu pengetahuan dikuasai oleh negara-negara maju,bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Dalam hal ini negara - negara berkembang harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur nilai-nilainya agar tidak dieliminasi/kalah oleh budaya asing.

GLOBALISASI DALAM KEBUDAYAAN TRADISIONAL DI INDONESIA

Globalisasi memiliki makna budaya dimana nilai dna makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti. Kebudayaan didefinisikan sebagai wujudnya yang mencakup gagasan atau ide,kelakuan dan hasil kelakuan. Sehingga keanekaragaman budaya menjadi model-model pengetahuan dalam masyarakat.

GLOBLISASI PERSEBARAN BUDAYA DUNIA

Globalisasi sebagai sebuah gejala tersebarnya nilai-nilai dan budaya tertentu keseluruh dunia(sehingga menjadi budaya dunia atau world culture) telah terlihat semenjak lama.
Sikap yang memandang secara kritis apa yang mereka miliki dan bagaimana mengimbanginya dengan nilai-nilai budaya yang sudah mereka miliki itu,termasuk sikap kritis dari bangsa Indonesia sendiri terhadap apa yang sudah mereka miliki. Masalah-masalah kesenian di Indonesia sebagai kekuatan yang penting dalam era globalisasi ini.

PERUBAHAN BUDAYA DALAM GLOBALISASI; KESENIAN YANG BERTAHAN DAN YANG TERSISIHKAN

Perubahan budaya yang terjadi di dalam masyarkat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi masyrakat yang lebih terbuka,dari nilai-nilai yang brsifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma sosial merupakan slah satu dampak dari adanya globalisasi.
Kondisi gliobalisasi membuat semakin tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyrakat Indonesia yang sarat akan permaknaan dalam masyarakat Indonesia.

KESENIAN RAKYAT DALAM ORIENTASI GLOBALISASI

Pada era globalisasi ini, eksistensi atau keberadaan kesenian rakyat berada pada titik yang rendah dan mengalami berbagai tantangan dan tekanan-tekanan baik dari pengaruh luar maupun dari dalam. Pengaruh kuarnya adalah pengaruh dari kesenian modern dan populer. Selain itu aparat pemerintah nampaknya lebih mengutamakan segi keuntungan ekonomi daripad segi budayanya,sehingga kesenian rakyat semakin tertekan lagi.

PERAN PEMERINTAH DALAM KESENIAN RAKYAT

Peran kebijaksanaan pemerintah yang lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomi daripada cultural,merugikan suatu perkembangan kebudayaan. Kesenian rakyat semakin lama tidak dapat ruang yang cukup untuk perkembangan secara alami, karena itu,secara tidak langsung kesenian tradisional sangat tergantung pada model-model pembangunan yang cendrung lebih modern dan rasional.
Globalisasi yang begitu pesat harus diantisipasi dengan memperkuat identitas kebudayaan nasional atau jangan smapai hanya sebagai slogan bagi pemegang kekuasaan, akibatnya kesenian tradisional tersebut bukannya lestari,namun semakin dijauhi masyarakat.
Untuk menghadapi hal-hal itu maka cara mengatasinya:
1. Meningkatkan Sumber Daya Manusia(SDM) bagi para seniman rakyat.
2. Mengembalikan peran aparat pemerintah sebagai pengayom dan pelindung, dan bukan menghanurkannya demi kekusaan dan pembangunan yang berorientasi pada dana-dana proyek atau dana-dana untuk pembangunan dalam bidang ekonomi saja.